Inovasi dari Universitas Negeri Malang: ‘MindMe’ Hadir sebagai Media Self-Help bagi Siswa Remaja
Universitas Negeri Malang kembali menghadirkan terobosan baru dalam bidang pendidikan dan kesehatan mental melalui pengembangan MindMe (My Mind & Me), sebuah media self-help berbasis jurnal reflektif untuk meningkatkan kesadaran diri dan kesehatan mental siswa SMP. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Dr. Khairul Bariyyah, M.Pd, dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang, dan Ayun Ulfatul Jannah, S.Pd., Gr, Guru BK SMP Laboratorium UM yang selama ini aktif dalam layanan konseling remaja.
MindMe dirancang sebagai ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan emosi, merefleksikan pengalaman, serta mengenali pola pikir dan perasaan mereka secara lebih mendalam. Berbasis jurnal reflektif, media ini memberikan panduan langkah demi langkah agar siswa mampu memahami kondisi psikologis mereka, mengelola stres, dan membangun kebiasaan berpikir positif.
Sebagai bagian dari implementasi awal, MindMe kini diterapkan di SMP Laboratorium UM. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi ini memungkinkan pengembangan program yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga relevan dengan dinamika keseharian siswa. Guru BK Ayun Ulfatul Jannah menilai MindMe sebagai sarana yang membantu siswa yang seringkali kesulitan mengomunikasikan perasaan mereka secara langsung kepada konselor atau guru.
Dr. Khairul Bariyyah menambahkan bahwa MindMe tidak sekadar menjadi media menulis bebas, tetapi juga alat belajar bagi siswa untuk berlatih kesadaran diri, mengenali pemicu stres, serta memahami respons emosional mereka. Dengan pendekatan yang lebih personal dan terarah, MindMe diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan mental siswa di sekolah.
Pihak SMP Laboratorium UM menyambut positif inovasi ini karena selaras dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan psikologis. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dan sekolah dapat bekerja bersama menciptakan solusi nyata untuk kebutuhan remaja masa kini.
Ke depan, MindMe diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain sebagai bagian dari penguatan layanan konseling dan pembangunan karakter remaja yang lebih resilien, reflektif, dan sadar diri.
- 0 Comment(s)
Comments
Please login to post a comment
0 comments