Tetap Kuat, Tetap Bertumbuh: Tim Peneliti UM Kembangkan Panduan Digital untuk Memperkuat Resiliensi Akademik Mahasiswa PPG

Tetap Kuat, Tetap Bertumbuh: Tim Peneliti UM Kembangkan Panduan Digital untuk Memperkuat Resiliensi Akademik Mahasiswa PPG

Menghadapi tuntutan akademik yang semakin kompleks, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) membutuhkan kemampuan untuk mengelola tekanan, menerima keterbatasan diri, dan bangkit dari berbagai tantangan selama menjalani pendidikan profesi. Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan layanan self-help digital berbasis self-compassion melalui buku panduan bertajuk “Tetap Kuat, Tetap Bertumbuh: Panduan Self-Compassion untuk Membangun Resiliensi Akademik Mahasiswa PPG Universitas Negeri Malang” pada tahun 2026. Pengembangan panduan ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa PPG, mulai dari perkuliahan yang intensif, penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan praktik mengajar, hingga tuntutan penyelesaian tugas akademik dalam waktu yang bersamaan. Kondisi tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis, kelelahan emosional, dan keraguan terhadap kemampuan diri. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan dukungan psikologis yang fleksibel, mudah diakses, serta dapat digunakan secara mandiri untuk memperkuat ketahanan dalam menghadapi kesulitan akademik.
0 Comment(s) 08/11/2026
Tim Pengabdian UM Perkuat Kesiapan Karier Siswa SMKN 6 Malang melalui Program Future Steps

Tim Pengabdian UM Perkuat Kesiapan Karier Siswa SMKN 6 Malang melalui Program Future Steps

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi dengan SMKN 6 Kota Malang menyelenggarakan Program Future Steps untuk memperkuat kesiapan karier siswa melalui integrasi konseling karier, pengembangan soft skills, dan penyusunan portofolio digital. Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2026 ini melibatkan 28 siswa kelas X kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Program ini diketuai oleh Dr. Khairul Bariyyah, M.Pd., Kons., sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kompetensi siswa sekolah kejuruan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
0 Comment(s) 08/11/2026
Universitas Negeri Malang Perkuat Kesejahteraan Psikologis Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong melalui Program SEHATI

Universitas Negeri Malang Perkuat Kesejahteraan Psikologis Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong melalui Program SEHATI

Universitas Negeri Malang (UM) terus memperluas kontribusinya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia di luar negeri melalui pelaksanaan Program SEHATI (Sehat Jiwa dan Hati) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi kesehatan mental, penguatan ketahanan psikologis, serta pengembangan layanan pendampingan psikososial berbasis komunitas. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi terhadap tantangan psikologis yang dihadapi pekerja migran selama menjalani kehidupan dan pekerjaan di luar negeri.
0 Comment(s) 04/11/2026
UNP Perkuat Kompetensi Konselor Kampus melalui Integrasi IPLT untuk Pemulihan Psikologis dan Resiliensi Mahasiswa

UNP Perkuat Kompetensi Konselor Kampus melalui Integrasi IPLT untuk Pemulihan Psikologis dan Resiliensi Mahasiswa

PADANG, 12 Agustus 2026 – Universitas Negeri Padang (UNP) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental mahasiswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Kompetensi Konselor dan Konselor Sebaya melalui Integrasi IPLT dalam Layanan Konseling Kampus untuk Pemulihan Psikologis dan Peningkatan Resiliensi Mahasiswa.” Kegiatan yang dilaksanakan di Padang pada Rabu (12/8/2026) ini melibatkan sembilan konselor dari Subdirektorat Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dan Disabilitas Universitas Negeri Padang. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas tenaga konseling kampus melalui pemanfaatan pendekatan inovatif Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) untuk mendukung layanan konseling yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan psikologis mahasiswa. Program pengabdian ini dipimpin oleh Prof. Ifdil, S.HI., S.Pd., M.Pd., Ph.D., Kons., Guru Besar Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, bersama tim yang terdiri atas Nilma Zola, S.Pd., M.Pd., Jeki Haryanto, S.Si., M.Pd., dan Prof. Nellitawati, S.Pd., M.Pd., Ph.D. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling serta bermitra dengan Subdirektorat Layanan BK dan Disabilitas UNP yang dikoordinasikan oleh Dr. Dina Sukma, S.Psi., S.Pd., M.Pd., Kons. Menjawab Tantangan Kesehatan Mental Mahasiswa Peningkatan kebutuhan layanan konseling di lingkungan perguruan tinggi menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan kegiatan ini. Mahasiswa menghadapi berbagai tantangan psikologis, mulai dari kecemasan akademik, tekanan sosial, konflik interpersonal, hingga pengalaman traumatis yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan keberhasilan studi. Berdasarkan data yang dihimpun dalam dokumen program pengabdian, jumlah kasus yang ditangani layanan konseling UNP meningkat dari sekitar 180 kasus per semester pada 2021 menjadi 340 kasus per semester pada 2024. Permasalahan yang ditangani mencakup kecemasan akademik, depresi, krisis identitas, konflik interpersonal, dan trauma psikologis. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi konselor sekaligus pengembangan inovasi layanan yang mampu menjangkau mahasiswa secara lebih luas. Ketua Tim Pengabdian, Prof. Ifdil, menekankan bahwa penguatan kompetensi konselor merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem kampus yang peduli terhadap kesehatan mental mahasiswa. Menurutnya, layanan konseling di perguruan tinggi perlu terus berkembang mengikuti kompleksitas permasalahan psikologis mahasiswa. Konselor tidak hanya dituntut menguasai pendekatan konseling konvensional, tetapi juga perlu memiliki keterampilan dalam memanfaatkan inovasi intervensi psikologis yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya memperkenalkan sekaligus memperkuat keterampilan konselor dalam mengintegrasikan IPLT sebagai salah satu alternatif pendekatan intervensi singkat (brief intervention) dalam praktik konseling kampus. IPLT sebagai Inovasi dalam Layanan Konseling Kampus Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) merupakan pendekatan konseling yang dikembangkan untuk membantu individu mengelola pengalaman emosional melalui proses visualisasi, rekonstruksi persepsi, dan pemaknaan kembali pengalaman psikologis. Dalam penerapannya, IPLT didukung oleh perangkat IP-Light Technologies Gen 2, yang memanfaatkan stimulasi visual berbasis cahaya sebagai alat bantu dalam proses konseling. Pendekatan ini telah menjadi bagian dari pengembangan riset dan inovasi tim dalam bidang konseling, khususnya terkait penanganan kecemasan, fobia, trauma psikologis, dan permasalahan emosional lainnya. Melalui integrasi IPLT, konselor diharapkan memiliki alternatif strategi intervensi yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan konseli, tanpa mengabaikan prinsip profesionalitas, asesmen, etika, serta tindak lanjut layanan. Penguatan kompetensi dalam program ini mencakup pemahaman konsep dasar IPLT, prosedur intervensi, teknik visualisasi terapeutik, komunikasi empatik, analisis kasus psikologis mahasiswa, serta pengembangan keterampilan praktik melalui diskusi dan simulasi konseling. Pendekatan pelatihan dirancang berbasis experiential learning, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan aplikatif dalam konteks layanan konseling perguruan tinggi. Mengembangkan Konselor Sebaya sebagai Sistem Dukungan Psikologis Selain meningkatkan kompetensi konselor profesional, program ini juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan konselor sebaya (peer counselor) sebagai bagian dari sistem dukungan kesehatan mental mahasiswa. Konselor sebaya dipandang memiliki peran strategis karena mahasiswa sering kali lebih nyaman mengungkapkan permasalahan awal kepada teman yang dianggap memahami pengalaman dan situasi mereka. Melalui pengembangan program konselor sebaya, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh dukungan psikologis awal, komunikasi yang empatik, serta akses rujukan kepada konselor profesional ketika menghadapi permasalahan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Penguatan sistem konselor sebaya juga menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan mental di lingkungan kampus, sekaligus membangun budaya saling peduli dan mendukung antarmahasiswa. Dalam pelaksanaannya, program ini dirancang secara bertahap melalui pelatihan, pendampingan, pengembangan panduan operasional, supervisi, serta monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan layanan. Kolaborasi Akademisi dan Unit Layanan Kampus Keterlibatan Subdirektorat Layanan BK dan Disabilitas UNP menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Sebagai unit yang memberikan layanan konseling individual, konseling kelompok, konsultasi psikologis, dan psikoedukasi, subdirektorat tersebut memiliki peran langsung dalam mendampingi mahasiswa menghadapi berbagai persoalan psikologis. Kolaborasi antara tim akademisi Departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP dan unit layanan kampus diharapkan dapat mempercepat proses pemanfaatan hasil penelitian serta inovasi perguruan tinggi dalam praktik pelayanan kepada mahasiswa. Kegiatan ini juga menjadi ruang penguatan sinergi antara pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi konseling, dan kebutuhan nyata layanan kemahasiswaan. Didukung Program Pengabdian UNP Berdampak Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Tahun 2026, dengan dukungan pendanaan pengabdian Universitas Negeri Padang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP. Program tersebut mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi dosen untuk memberikan solusi terhadap permasalahan nyata di lingkungan pendidikan tinggi. Secara lebih luas, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Melalui penguatan kompetensi konselor dan pengembangan sistem konselor sebaya berbasis IPLT, Universitas Negeri Padang berharap dapat menghadirkan model layanan konseling kampus yang semakin responsif, inklusif, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas layanan konseling di UNP, tetapi juga menjadi salah satu model inovasi layanan kesehatan mental mahasiswa yang berpotensi dikembangkan dan direplikasi oleh perguruan tinggi lainnya. Dengan demikian, penguatan kompetensi konselor melalui integrasi IPLT menjadi bagian dari upaya UNP membangun lingkungan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan psikologis dan ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
0 Comment(s) 14/08/2026
Konselor Juga Perlu Sehat Mental: Tim BK UM Kembangkan Program Mindfulness untuk Calon Konselor

Konselor Juga Perlu Sehat Mental: Tim BK UM Kembangkan Program Mindfulness untuk Calon Konselor

Kemampuan membantu orang lain tidak cukup hanya ditopang oleh keterampilan konseling. Seorang calon konselor juga perlu memiliki kesadaran yang baik terhadap kondisi kesehatan mental dirinya sendiri. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim peneliti Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang (BK UM) mengembangkan program Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) untuk meningkatkan self-awareness kesehatan mental calon konselor.
0 Comment(s) 25/08/2026
Guru BK Kota Solok Didorong Manfaatkan Teknologi Digital melalui Pelatihan E-Sosiometri

Guru BK Kota Solok Didorong Manfaatkan Teknologi Digital melalui Pelatihan E-Sosiometri

Kota Solok, 11 Agustus 2026 — Pemanfaatan teknologi digital dalam layanan bimbingan dan konseling terus berkembang seiring dengan kebutuhan sekolah untuk memahami dinamika sosial peserta didik secara lebih cepat, akurat, dan sistematis. Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat menyelenggarakan “Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi E-Sosiometri untuk Pemetaan Hubungan Sosial Siswa bagi Guru Bimbingan dan Konseling SLTP di Kota Solok” pada 11 Agustus 2026 di SMPN 2 Kota Solok.
0 Comment(s) 15/09/2026
Saat Seni Menjadi Ruang Pulih: Dosen BK UNS Latih Konselor Sebaya dengan Art-Therapy

Saat Seni Menjadi Ruang Pulih: Dosen BK UNS Latih Konselor Sebaya dengan Art-Therapy

Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Sebelas Maret menggelar pelatihan media berbasis art-therapy untuk memperkuat kompetensi konselor sebaya dalam mendampingi mahasiswa. Melalui penguatan resiliensi emosional dan sosial serta praktik reflective diary, peserta dibekali keterampilan kreatif untuk menghadirkan layanan konseling sebaya yang lebih empatik, reflektif, dan mendukung kesehatan mental mahasiswa.
0 Comment(s) 01/08/2026
Teknologi Cahaya untuk Pulihkan Trauma Penyintas Bencana, UNP Hadirkan Metode IPLT di Sumbar

Teknologi Cahaya untuk Pulihkan Trauma Penyintas Bencana, UNP Hadirkan Metode IPLT di Sumbar

Padang, Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat bukan hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis bagi warga. Banyak penyintas, terutama anak-anak, masih merasa takut setiap kali hujan turun. Untuk membantu warga kembali pulih, Universitas Negeri Padang (UNP) menerapkan sebuah metode pemulihan trauma berbasis teknologi dan neurosains yang disebut Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT). Metode ini digunakan dalam program pendampingan pascabencana di Salareh Aia (Palembayan), Silayang (Agam), dan Koto Tinggi (Payakumbuh). Apa itu IPLT? IPLT (Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) adalah metode konseling yang memanfaatkan fungsi otak, cahaya, dan teknik relaksasi psikologis untuk membantu seseorang merasa lebih tenang dan mengurangi stres pascatrauma. “Dengan IPLT, kita membantu otak berada pada kondisi yang lebih stabil. Dari situ, warga bisa lebih siap bangkit dan kembali beraktivitas,” jelas Prof. Ifdil, penggagas metode ini sekaligus dosen UNP. Teknik ini diterapkan pada anak-anak, remaja, dan orang tua yang mengalami kecemasan, sulit tidur, atau takut menghadapi hujan setelah bencana. Dilakukan oleh Tim Terlatih Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa UNP dari berbagai bidang. Mereka turun langsung ke lokasi, melakukan asesmen, mendampingi warga, dan memberikan sesi IPLT dalam suasana yang aman dan nyaman. Selain sesi konseling, tim juga mengadakan terapi bermain untuk anak-anak, ruang berbagi cerita untuk orang tua, serta edukasi sederhana mengenai cara menghadapi stres setelah bencana. Beberapa warga mengaku merasa lebih ringan setelah mengikuti sesi ini. Tidur menjadi lebih nyenyak, kecemasan berkurang, dan anak-anak kembali berani bermain. Iptek yang Dekat dengan Masyarakat IPLT bukan sekadar metode konseling biasa. Teknik ini lahir dari penelitian di bidang psikologi dan neurosains pendidikan, dengan tujuan menghadirkan iptek yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, terutama saat terjadi bencana. “Ini bentuk nyata bahwa teknologi juga bisa hadir untuk kemanusiaan, bukan hanya untuk dunia industri atau bisnis,” tambah Prof. Ifdil. Disertai Bantuan Logistik Selain pendampingan psikologis, tim UNP juga menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok bagi penyintas, seperti bahan makanan, perlengkapan keluarga, dan kebutuhan harian lainnya. Dengan pendekatan ini, pemulihan warga dilakukan secara menyeluruh: fisik, mental, dan sosial. Kampus Hadir untuk Negeri Program ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami langsung realitas sosial dan kemanusiaan di lapangan-sehingga ilmu yang dipelajari tidak hanya berhenti di kelas. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025
0 Comment(s) 31/12/2025
Langkah Proaktif UM: Pengembangan Website Skrining Kesehatan Mental bagi Mahasiswa Baru

Langkah Proaktif UM: Pengembangan Website Skrining Kesehatan Mental bagi Mahasiswa Baru

Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan inklusif dengan mengembangkan Website Skrining Kesehatan Mental khusus bagi mahasiswa baru. Inovasi ini digagas oleh Tim Kesehatan Mental UM sebagai upaya deteksi dini dan pemetaan kondisi psikologis mahasiswa sejak awal mereka memasuki dunia kampus.
0 Comment(s) 19/11/2025