Dosen Universitas Islam Balitar Kembangkan MIND-RISK untuk Memetakan Risiko Kesehatan Mental Akademik
Blitar — Parid Rilo Pambudi, M.Pd., dosen Universitas Islam Balitar, mengembangkan penelitian bertajuk MIND-RISK (Mental Health Index for Academic Distress and Psychological Risk) melalui skema Hibah Penelitian Dosen Pemula Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya deteksi dini terhadap tekanan akademik dan risiko psikologis yang dialami peserta didik. Tuntutan akademik, beban tugas, persaingan, kekhawatiran terhadap pencapaian, serta kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan dapat memengaruhi kesehatan mental dan keberlangsungan proses belajar. Melalui MIND-RISK, penelitian diarahkan untuk menghasilkan indeks yang dapat membantu memetakan tingkat tekanan akademik dan risiko psikologis secara lebih terukur. Indeks tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi awal bagi pendidik, konselor, pengelola lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan dalam menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Parid Rilo Pambudi menjelaskan bahwa identifikasi kondisi psikologis perlu dilakukan sedini mungkin agar layanan yang diberikan tidak hanya bersifat reaktif ketika masalah telah berkembang menjadi lebih serius. Data yang dihasilkan melalui MIND-RISK diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program pencegahan, pendampingan psikologis, layanan konseling, serta kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap kesehatan mental.
Penelitian MIND-RISK memiliki keterkaitan kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Kemampuan mendeteksi tekanan akademik dan risiko psikologis menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan memberikan dukungan secara tepat sasaran. Selain itu, penelitian ini mendukung SDGs Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas. Proses pendidikan yang berkualitas tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga perlu memastikan peserta didik dapat belajar dalam kondisi psikologis yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung perkembangan dirinya secara optimal.
Pengembangan MIND-RISK juga mencerminkan semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu mendorong penelitian perguruan tinggi agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui indeks yang berbasis bukti, hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan layanan kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Dukungan Hibah Penelitian Dosen Pemula menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dosen untuk menghasilkan penelitian yang relevan dengan persoalan masyarakat. Penelitian ini sekaligus menunjukkan kontribusi Universitas Islam Balitar dalam mengembangkan inovasi di bidang pendidikan dan kesehatan mental.
Ke depan, MIND-RISK diharapkan dapat menjadi instrumen yang valid, mudah digunakan, dan relevan dengan karakteristik peserta didik di Indonesia. Hasil pemetaan yang diperoleh dapat membantu lembaga pendidikan mengambil langkah pencegahan dan intervensi secara lebih cepat, terarah, dan berbasis data. Melalui penelitian tersebut, perguruan tinggi menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan nyata. MIND-RISK diharapkan menjadi salah satu wujud kontribusi penelitian yang mendukung kesehatan mental, pendidikan berkualitas, dan terwujudnya Diktisaintek Berdampak.
- 0 Comment(s)
Comments
Please login to post a comment
0 comments