Seminar Riset Konsorsium Berdampak (RIKUB) Kenalkan IPLT Berbasis Neurosains untuk Mereduksi Academic Anxiety Mahasiswa

Seminar Riset Konsorsium Berdampak (RIKUB) Kenalkan IPLT Berbasis Neurosains untuk Mereduksi Academic Anxiety Mahasiswa

Padang, 5 November 2025 — Departemen Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (FIP UNP) menyelenggarakan seminar bertema "Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) Berbasis Neurosains untuk Mereduksi Academic Anxiety dan Membangun Generasi Mahasiswa Tangguh dalam Menghadapi Tantangan di Era VUCA" di Aula FIP UNP. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Riset Konsorsium Berdampak (RIKUB) Tahun 2025 yang merupakan kolaborasi antara Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Pattimura (UNPATTI), serta didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Departemen Bimbingan dan Konseling FIP UNP, Dr. Zadrian Ardi, M.Pd., Kons. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Koordinator Konsorsium RIKUB, Prof. Ifdil, S.HI., M.Pd., Ph.D., Kons. dari Universitas Negeri Padang. Hadir pula Ketua Tim Universitas Negeri Malang, Dr. Khairul Bariyyah, M.Pd., Kons., dan Ketua Tim Universitas Pattimura, Dr. Paul Arjanto, M.Pd., bersama seluruh tim peneliti dari ketiga perguruan tinggi serta mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang.

Dalam sambutannya, Dr. Zadrian Ardi, M.Pd., Kons. menyampaikan bahwa pengembangan inovasi dalam bidang bimbingan dan konseling perlu terus dilakukan untuk menjawab tantangan kesehatan mental mahasiswa yang semakin kompleks. Menurutnya, kolaborasi riset antarperguruan tinggi melalui Program RIKUB menjadi langkah strategis dalam menghasilkan inovasi berbasis penelitian yang mampu memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.

Seminar ini diikuti oleh 140 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Padang. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai penerapan Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) berbasis neurosains sebagai salah satu pendekatan inovatif dalam membantu mereduksi academic anxiety. Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun ketahanan diri (resilience), kemampuan adaptasi, serta pengelolaan emosi sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan pada era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

Dalam sesi utama, Prof. Ifdil memaparkan hasil pengembangan Ifdil Perceptual Light Technique (IPLT) berbasis neurosains yang dirancang untuk membantu mahasiswa mengelola kecemasan akademik melalui penguatan regulasi emosi, restrukturisasi persepsi, dan optimalisasi fungsi kognitif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi layanan bimbingan dan konseling yang berbasis bukti (evidence-based counseling) serta relevan dengan kebutuhan mahasiswa pada masa kini.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait implementasi IPLT dalam layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi maupun di sekolah, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam mengembangkan praktik konseling berbasis neurosains.

Melalui seminar ini, Program Riset Konsorsium Berdampak (RIKUB) diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Pattimura dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan bimbingan dan konseling. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mempersiapkan generasi mahasiswa yang tangguh, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era VUCA melalui pendekatan konseling yang inovatif dan berbasis hasil riset.

  • 0 Comment(s)