Universitas Negeri Malang (UM) melalui kegiatan pengabdian masyarakat resmi membina dan mendampingi pembentukan Peer Counselor SEJIWA di SMKN 10 Kota Malang. Program ini dirancang untuk memperkuat dukungan sebaya sebagai strategi penguatan ketahanan emosional dan sosial siswa dalam menghadapi tantangan psikologis di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Khairul Bariyyah, M.Pd.Kons, dosen Bimbingan dan Konseling UM sekaligus ketua tim pengabdian masyarakat. Dalam program ini, siswa-siswa terpilih dibekali pengetahuan dasar konseling sebaya, keterampilan komunikasi empatik, teknik active listening, serta kemampuan memberikan pertolongan pertama psikologis kepada teman yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem sekolah yang lebih peduli, suportif, dan responsif terhadap isu-isu mental remaja.
.jpeg)
Menurut Dr. Khairul Bariyyah, kehadiran Peer Counselor SEJIWA menjadi salah satu upaya penting dalam membangun budaya saling menjaga dan mendengarkan antar siswa. “Banyak siswa yang lebih nyaman bercerita kepada teman sebayanya. Peer counselor membantu menjembatani kebutuhan itu, sekaligus menjadi sistem deteksi dini terhadap masalah psikososial di sekolah,” jelasnya.
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah, mengingat meningkatnya kebutuhan siswa akan ruang aman untuk berbagi cerita dan mendapatkan dukungan emosional. Melalui pelatihan intensif, para peer counselor tidak hanya belajar memahami peran mereka, tetapi juga dilatih untuk mengetahui batasan dan prosedur rujukan kepada Guru BK ketika menemukan kasus yang membutuhkan penanganan profesional.
Dengan terbentuknya Peer Counselor SEJIWA, SMKN 10 Kota Malang kini memiliki model dukungan sebaya yang terstruktur dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial-emosional siswa, meningkatkan empati antar teman, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan inklusif. UM menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah dalam mengembangkan program penguatan karakter dan kesehatan mental berbasis kolaborasi.
Comments
Please login to post a comment
0 comments